<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sulthony's Blog</title>
	<atom:link href="http://sulthony.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sulthony.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 05:43:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sulthony.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sulthony's Blog</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sulthony.wordpress.com/osd.xml" title="Sulthony&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sulthony.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PSK Syariah</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/12/27/psk-syariah/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/12/27/psk-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 13:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[PSK Syari’ah “Solusinya adalah Syari’ah.” Pendahuluan Pekerja Seks Komersial, sebuah nama yang sudah semstinya. Sebuah pekerjaan diantara pekerjaan lainnya. Tentu Islam sebagai agama yang mengatur segalanya, mempunyai aturan yang harus ditaati dalam menjalankan pekerjaan ini. Maka muncullah ide tentang PSK yang sesuai dengan syari’ah, ya PSK Syari’ah. Sebagaimana bentuk perdagangan lain yang sekarang sudah mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=277&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PSK Syari’ah<br />
“Solusinya adalah Syari’ah.”<br />
Pendahuluan<br />
Pekerja Seks Komersial, sebuah nama  yang sudah semstinya. Sebuah pekerjaan diantara pekerjaan lainnya. Tentu Islam sebagai agama yang mengatur segalanya, mempunyai aturan yang harus ditaati dalam menjalankan pekerjaan ini. Maka muncullah ide tentang PSK yang sesuai dengan syari’ah, ya PSK Syari’ah. Sebagaimana bentuk perdagangan lain yang sekarang sudah mulai menganut sistem syariah atau aturan Islami seperti Bank syari’ah, Pegadaian syari’ah dll, maka sudah selayaknya PSK termasuk yang mengikuti Syari’ah.<br />
Kronologi Konsep<br />
Untuk sebuah pengakuan atas karya intelektual seseorang, ide tentang ini muncul dari salah satu tokoh dalam novel yang pernah diekspos dalam acara Kick Andy, yaitu Lima Menara. Ide itu lalu sampai dan didukung oleh seorang ulama Singapura yang telah lama berdakwah di Indonesia. Tulisan ini dibuat setelah pembicaraan serius sehabis solat Subuh di Iran Corner UIN SGD Bandung oleh beberapa elemen yang cukup mewakili Islam Inonesia dan cukup mempunyai kredibilitas untuk membahas hal ini, yaitu:<br />
-	Kiai muda dari Cileduk Tangerang Banten<br />
-	Ustaz dari Citayem Depok Jawa Barat<br />
-	Santri pesantren Gus Dur Ciganjur Depok<br />
-	Alumni pesantren An-Nuqayyah Sumenep Madura<br />
-	Santri kajian Paramadina<br />
-	Mahasiswa Islamic Studies<br />
-	Alumni pesantren Langitan Tuban Jawa Timur<br />
-	Alumni pesantren Matholiul Falah Kajen Pati Jawa Tengah<br />
-	Alumni dan pernah mengajar di pesantren Nurul Amin Karawang Jawa Barat<br />
-	Alumni pesantren Roudlotul Muta’allimin Kudus Jawa Tengah<br />
-	Pengikut tarekat Syaikh Kabbani dari Pondok Pinang Jakarta Selatan<br />
-	Kader HTI Ciputat Tangerang Selatan Banten<br />
-	Dan didukung oleh toko buku Islami Ar-Rosyid yang memilik cabang di UIN Syarif Jakarta dan UMJ<br />
-	Aktifis LSM Center for Economy and Democracy Studies, bagian pemberdayaan perempuan , Utan Kayu Jakarta Timur<br />
-	Anggota Kajian Perempuan Piramida Circle Ciputat Tangerang Selatan Banten<br />
Kia muda dari Cileduk sempat beberapa kali mengingatkan bahwa hal ini benar-benar didasarkan akan keinginan untuk mendapatkan kebahagian dan keselamatan fi ad-dunya wa al akhiroh. Begitu juga wakil dari toko buku Islami ar-Rosyid yang juga pengikut tarekat Sa’id Nursi dari Turki, mengingatkan bahwa hal ini dilakukan atas dasar memahami kasih sayang ilahiyyah  yang selalu hadir di hati kita sebagai makhluk Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang.<br />
Kritik bahwa konsep PSK Syar’i sebagai hal yang dipaksakan sempat dilontarkan, namun akhirnya bisa diterima dengan alasan bahwa Islam mencakup aturan segala hal dan melihat konsep-konsep syari’ah dalam beberapa lembaga modern yang sudah diterima dan memang disesuaikan dengan syariah. Seperti Bank, pegadaian, dll.</p>
<p>Kenapa Pekerjaan Seks Komersial Non-Syar’i ?<br />
Zina adalah dosa besar dalam Islam. Maqoshid Asy-Syariahnya adalah hifz an-nasl atau menjaga keturunan, maksudnya kehidupan sebuah keturunan yang mencakup nafkah, pendidikan, dan tanggung jawab. Pekerjaa Seks Komersial (selanjutnya ditulis PSK), sudah lazim menjauhi sebisanya lahirnya seorang anak. Karena hal itu bisa mengganggu keberlangsunganpekerjaan jasa seks tersebut. Jadi tanggung jawab dan nafkah hanya antara si pekerja dan pemakai jasa saja, tidak dalam hal anak. Maka apabila akad, mahar, saksi atau syarat sah penikahan dalam Islam sudah dijalankan, sah dan halal-lah pekerjaan seks ini.<br />
Permasalahan yang biasanya muncul dan dianggap tidak syar’i adalah masalah waktu pemakaian jasa seks dan wali bagi perempuan. Saksi akad ini biasanya dilakukan oleh germo atau satpam-satpam, dan bisa juga oleh tamu lain atau teman se-pekerjaan. Saksi bukanlah hal sulit dicari dalam hal ini.</p>
<p>Solusi Syar’i<br />
-	Wali<br />
Dalam hal wali,maka kita bisa menggunakan mazhab Hanafi atau Ja’fari yang memperbolehkan perempuan dewasa menikahkan dirinya sendiri. Dan mengingat juga ada orangtua  yang memang mengizinkan anaknya melakukan pekerjaan itu.<br />
-	Waktu<br />
Masalah yang agak berat adalah tentang waktu pemakaian. Karena dalam fikih Syafi’i atau yang dikenal di Indonesia, penggunaan jasa seks (baca: nikah) itu tidak boleh dibatasi waktu. Tapi Syafi’iiyah mensah-kan akat pemakaian jasa seks dengan waktu ditentukan, apabila tidak disebut dalam akat. Tapi terjadi dengan tahu-sama tahu. Seperti dijelaskan dalam buku fikih Syafi’iyah I’anat at-Tholibin dalam bab Munakahat.<br />
Solusi lainnya adalah mengadopsi fikih Ja’fari yang memperbolehkan penggunaan jasa seks (baca: nikah) dalam waktu yang ditentukan, meski disebut dalam akat.</p>
<p>Tambahan<br />
Masalah yang muncul adalah tentang talfiiq, yaitu pengadopsian beberapa mazhab dalam satu akat. Tapi kalangan modernis seperti HTI menolak bahwa hal itu sebagai masalah. Karena HTI yang mempunyai cita-cita menyatukan Islam tentu akan mengadopsi aliran fikih yang ada. Meskipun dalam satu akat. Alasan lainnya adalah bahwa talffiq ini tidak dilarang oleh Asy-Sya’roni –seorang intelektual Syafi’iyah- dalam bukunya Mizan al Kubro. Begitu juga tokoh modernis bekas tokoh Ikhwan, Dr. Yusuf Qordlowi dalam bukunya As-Siysah al Islamiyah. Muridnya menjelaskan karena memang tidak larangan tentang hal itu dalam Qur’an dan Hadis.<br />
Masalah lain adalah tentang penyakit yang menular dengan melakukan hubungan seks. Tentu hal ini bisa ditanggulangi pertama dengan kondom dan fasilitas pondok PSK Syar’i dalam bidang kesehatan.<br />
Penutup<br />
Untuk menambah nilai Islaminya, Kiai muda dari Cileduk mengusulkan adanya pendidikan seperti bisa ngaji al Qur’an dan hafal hadis sejumlah 40 bagi para pekerja dalam pondok (baca: lokalisasi) PSK Syar’i tersebut.<br />
Konsep PSK Syari’ah yang bisa juga disebut PSK Islami ini diharapkan menjadi sumbangan intellektual yang bermanfaat dalam kehidupan real. Dan para peserta diskusi diatas tetap membuka sumbangsih dan atau kritikan untuk menuju kebaikan dan ridlo Allah SWT tanpa ada buruk sangka.<br />
Wassalamu’alaikum.<br />
Bandu ng, 24 Desember 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=277&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/12/27/psk-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>stupid direction</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/09/26/stupid-direction/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/09/26/stupid-direction/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 05:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[‘Stupid’ Direction Ini adalah kejadian yang menggelikan kalau saya mengingatnya, meski di saat yang berbeda. Kejadian ini terjadi di kelas filsafat di suatu kampus. Arahan 1. Dosen: Coba kalian pejamkan mata kalian dan bayangkan bahwa kalian tidak mempunya tubuh, lalu jawab pertanyaan saya. Guru itu lalu berjalan ke kursi mahasiswa-mahasiswa dan mulai menanyai satu persatu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=274&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>‘Stupid’ Direction</p>
<p>Ini adalah kejadian yang menggelikan kalau saya mengingatnya, meski di saat yang berbeda. Kejadian ini terjadi di kelas filsafat di suatu kampus.</p>
<p>Arahan 1.</p>
<p>Dosen: Coba kalian pejamkan mata kalian dan bayangkan bahwa kalian tidak mempunya tubuh, lalu jawab pertanyaan saya.</p>
<p>Guru itu lalu berjalan ke kursi mahasiswa-mahasiswa dan mulai menanyai satu persatu. Gadis imut yang tak biasa berkerudung dan dipaksa berkerudung di kampus Islam  mendapat giliran pertama.</p>
<p>Dosen: Siapa kamu ? katanya.</p>
<p>Gadis itu tersenyum-senyum sambil mengrenyitkan dahi dan matanya, lalu menjawab: Aku adalah…boneka!</p>
<p>Teman-temannya pun ketawa dan nam[pak kekecewaan di wajah dosen itu. Lalu dia mendekati cowok yang senyum-senyum mendengar jawaban itu.</p>
<p>Dosen: Pertanyaan yang sama, Siapa kamu ?</p>
<p>‘Superman’, jawab cowok itu. Dosen Nampak kebingungan dan mencari mangsa yang lain. Mahasiswa ketiga ternyata menjawab dengan: Saya dokter.</p>
<p>Dengan putus asa lalu dosen itu maju ke depan dan menjelaskan, ‘kalian jawabnya biasa aja. Jangan aneh-aneh begitu. Jawab siapa nama kalian…!’</p>
<p>Mahasiswa-mahasiswa itu Nampak kebingungan dan ada yang membuka mulutnya lebar-lebar yang berbunyi: Oo…. Tapi mata kosongnya menunjukkan ketidak-pahamannya.</p>
<p>Its stupidity.</p>
<p>Arahan itu sebenarnya untuk mengarahkan mahasiswa untuk mengakui sebuah konsep filsafat yang telah menjadi dogmatis dalam kampus itu, yaitu: bahwa ada substansi non materi, terutama yang disebut dengan ‘Diri’ atau ‘Aku’ dalam tiap orang.</p>
<p>Ternyata arahan yang dimaksudkan agar dogma itu itu masuk dalam otak mahasiswa dengan bentuk eksperimen mahasiswa sendiri ternyata gagal dalam prakteknya. Lalu terpaksa bentuk dogma biasa dimasukkan oleh dosen itu. Meski dengan tantangan siapa yang bias menolak dogma itu.</p>
<p>Arahan 2.</p>
<p>Dosen: Apa definisi atau yang kamu pahami tentang ‘beruntung’ atau lucky ? tanyanya ke mahasiswa yang duduk tepat didepannya.</p>
<p>‘Lucky itu adalah mendapatkan hasil bagus yang tidak dipertimbangkan’ jawab mahasiswa cerdas itu.</p>
<p>Dosen itu menundukkan kepala beberapa saat lalu mengarahkan matanya kepada mahasiswa lain dan bertanya, ‘Apa menurut kamu ?’ sambil menunjuk gadis berkerudung, berkacamata, dan berpakaian skesi.</p>
<p>Gadis itu bergerak-gerak seperti kebingungan lalu tersenyum dan menjawab, ‘Beruntung itu ya.., mendapatkan keuntungan yang tidak dinyana-nyana.’</p>
<p>Dosen itu Nampak kecewa dan lalu menjelaskan, ‘bla bla, bla……’</p>
<p>Its stupidity</p>
<p>Arahan itu sebenarnya untuk memberikan sebuah konsep tentang keberuntungan dalam aliran filsafat tertentu yang telah menjadi dogma di kampus itu. Dogma itu adalah bahwa keberuntungan itu tidak ada/tidak nyata.</p>
<p>Dogma itu sebenarnya didasarkan pada kepercayaan pada kausalitas atau bahwa sesuatu terjadi pasti disebabkan oleh sesuatu. Dan ;ucky dianggap sebagai sesuatu yang terjadi tanpa sebab. Jadi dalam dogma itu diajarkan bahwa lucky itu mustahil terjadi.</p>
<p>Arahan ternyata tidak mengarah kesitu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=274&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/09/26/stupid-direction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah atau illat</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/08/31/hikmah-atau-illat/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/08/31/hikmah-atau-illat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 07:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[illat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[الإسم العلة الحكمة (التي أشترطت ان يشتمل العلة عليها ) الحكمة (المضبوطة بالعلة) المناسب (يؤخذ من المناسبة التي هي خامس العشرة من مسالك العلة) المقاصد التعريف المعرف/ علامة (231) المصلحة: جلب/تكميل مصلحة او دفع/تقليل مفسدة (236) الوصف المناسب (236) الملائم لأفعال العقلاء (274) وهو المناسب من حيث شرع الحكم له او من حيث نفسه (280) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=271&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table dir="rtl" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="74" valign="top">
<p dir="rtl">الإسم</p>
</td>
<td width="116" valign="top">
<p dir="rtl">العلة</p>
</td>
<td width="160" valign="top">
<p dir="rtl">الحكمة (التي أشترطت ان يشتمل العلة عليها )</p>
</td>
<td width="162" valign="top">
<p dir="rtl">الحكمة (المضبوطة بالعلة)</p>
</td>
<td width="174" valign="top">
<p dir="rtl">المناسب (يؤخذ من المناسبة التي هي خامس العشرة   من مسالك العلة)</p>
</td>
<td width="216" valign="top">
<p dir="rtl">المقاصد</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="top">
<p dir="rtl">التعريف</p>
</td>
<td width="116" valign="top">
<p dir="rtl">المعرف/ علامة (231)</p>
</td>
<td width="160" valign="top">
<p dir="rtl">المصلحة: جلب/تكميل مصلحة او دفع/تقليل مفسدة   (236)</p>
</td>
<td width="162" valign="top">
<p dir="rtl">الوصف المناسب (236)</p>
</td>
<td width="174" valign="top">
<p dir="rtl">الملائم لأفعال العقلاء (274)</p>
</td>
<td width="216" valign="top">
<p dir="rtl">وهو المناسب من حيث شرع الحكم له او من حيث   نفسه (280)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="top">
<p dir="rtl">المثال</p>
</td>
<td width="116" valign="top">
<p dir="rtl">الإسكار في النبيذ (231)</p>
</td>
<td width="160" valign="top">
<p dir="rtl">حفظ النفوس في حكم القصاص بعلة القتل العمد   (237)</p>
</td>
<td width="162" valign="top">
<p dir="rtl">العمدية في القتل</p>
<p dir="rtl">و المشقة في جواز القصر (236)</p>
</td>
<td width="174" valign="top">
<p dir="rtl">الإنزجار من القتل (276)</p>
</td>
<td width="216" valign="top">
<p dir="rtl">ضروري (حفظ الدين، فالنفس، فالعقل، فالنسب،   فالمال والعرض)</p>
<p dir="rtl">فحاجي</p>
<p dir="rtl">فتحسيني</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="74" valign="top">
<p dir="rtl">البيان</p>
</td>
<td width="116" valign="top">
<p dir="rtl">يشترط: وصفي, حقيقي, ظاهر, منضبط (234)</p>
</td>
<td width="160" valign="top">
<p dir="rtl">ترتب علي الحكم بسبب تلك العلة، هذه الحكمة   (236)</p>
</td>
<td width="162" valign="top">
<p dir="rtl">قيل يجوز ان تكون علة إن انضبطت (236-8)</p>
</td>
<td width="174" valign="top">
<p dir="rtl">من حيث اللفظ يشابه تاليه، ولكن التعليقات   يشبهه بتالي تاليه اي حفظ النفوس (276)</p>
</td>
<td width="216" valign="top">
<p dir="rtl">ومن حيث إعتبار الحكم هو ثلاثة أقسام: المؤثر،   الملغي،</p>
<p dir="rtl">و المرسل الذي يسمي أيضا بالمصالح المرسلة   والإستصلاح (284)</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>This understanding is about what I call ‘ratio’ of laws in Principles of Jurisprudences. This can avoid or help us to talk or discuss about the reformation or the same in Islamic laws.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=271&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/08/31/hikmah-atau-illat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>meaning atau dilalah</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/08/26/meaning-atau-dilalah/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/08/26/meaning-atau-dilalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 06:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[dilalah]]></category>
		<category><![CDATA[meaning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Dilalah atau Makna Mengetahui makna sebuah kata adalah hal yang penting dalam agama yang memiliki kitab suci. Meskipun mungkin menurut saya juga penting dalam memahami hukum konstitusi yang tertulis. Tapi sayang yang saya tulis dibawah ini adalah kajian klasik dari Islam tentang makna sebuah teks, yang tentu duhubungkan dengan bahasa arab yang merupakan bahasa teks [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=268&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilalah atau Makna</p>
<p>Mengetahui makna sebuah kata adalah hal yang penting dalam agama yang memiliki kitab suci. Meskipun mungkin menurut saya juga penting dalam memahami hukum konstitusi yang tertulis. Tapi sayang yang saya tulis dibawah ini adalah kajian klasik dari Islam tentang makna sebuah teks, yang tentu duhubungkan dengan bahasa arab yang merupakan bahasa teks suci dalam islam.</p>
<p>Pembahasan seperti ini masuk dalam subyek Ushul Fikih dalam literatur Islam. Dibawah ini adalah usaha untuk menulis dan memahami lebih dalam selanjutnya, semoga, apa yang telah saya dapat dari bacaan saya. Ilmu Ushul fikih mempunyai banyak aliran sebagaimana aliran fikih itu sendiri, meskipun perbedaannya tidak selebar dan seluas Fikih.</p>
<p>Dibawah ini akan disebutkan pandangan Hanafiyah dan Syafi’iyah dalam makna atau dilalah:</p>
<p>Dilalah menurut mazhab Hanafiyah ada 4:</p>
<ol>
<li>Ibaroh nash: makna eksplisit, maksud asli, makan elementer.</li>
<li>Isyaroh nash: implisit, taabi’, sekunder yang didapat melalui isyarat/tanda.</li>
<li>Dilalah nash: meaning, didapat dari ‘illat’/spirit teks. Ini mungkin bisa dimasukkan dalam qiyas dalam Syafi’iyah.</li>
<li>Iqtidlo’ nash: Makan yang tidak ada dalam teks. Ini didapat untuk menyempurnakan makna asli teks.</li>
</ol>
<p>Menurut Syafi’iyah dilalah ada 2:</p>
<ol>
<li>Dilalah manthuq: makan tertulis/ eksplisit.</li>
<li>Dilalah mafhum: makna yang dinyatakan secara tidak langsung oleh teks.</li>
</ol>
<p>Dilalah mafhum ada 2: muwafaqoh dan mukholafah.</p>
<p>Disini saya juga inngin sedikit menyebutkan bahwa Maqoosid as-syari’ah yang sering duganakan oleh kalangan Liberal Islam untuk mendasarkan dan mengembalikan semua hukum Islam diatasnya adalah dimulai pertama oleh Turmuzi (abad 3 H) dalam <em>Ash-Sholat wa Maqoosiduha</em> à Maturidi (333 H) &#8211;&gt; Abu Bakar Qaffal (365 H)à Baqillany (403 H) à Ghazali (505 H) à dan puncaknya pada Asy-Syathibi (Spanyol 790 H/ 1380 M).</p>
<p>Tetapi Liberal Islam menggunakan konsep ulama klasik ini dengan cara berbeda dengan yang ditetapkan dalam buku-buku Ushul Fikih mereka itu diantaranya dalam:</p>
<ol>
<li>Ulama klasik memberikan Maqosid asy-syari’ah itu urutan gradasi dalam 5 Maqosid itu. Urutannya adalah: Allah/agama, akal, hidup, keturunan, dan kehormatan. Liberal menafikan urutan bergradasi ini atau bahkan menghilangkan agama/Allah dalam tujuan hukum. Karena Allah dianggap tidak membutuhkan sesuatu dan hukum syariat hanya untuk manfaat manusia.</li>
<li>Pengertian klasik atas Maqosid adalah bahwa hukum ditetapkan oleh Allah untuk menjaga 5 hal diatas dalam hal selamat atau dalam bebas dari kejelekan. Tetapi Liberal mengambil pengertian bahwa seseorang itu bebas untuk melakukan sesuatu dalam 5 hal itu. Kalau tidak salah ini adalah perbedaan dengan istilah Inggris, antara <em>Freedom from</em> dan <em>freedom to</em>. Liberal mengambil yang terakhir.</li>
<li>Liberal menggunakan 5 hal tadi sebagai dasar pokok dibuatnya sebuah hukum Islam. Jadi apabila ada sebuah hukum yang dianggap tidak bisa lagi memenuhi tujuan/maqosid 5 tadi, maka hukum itu dihapus dan diganti dengan yang bisa memenuhi.</li>
</ol>
<p>Klasik tidak menggunakan Maqosid ini ini seperti itu. Pertama, Maqasid ini tetap diambil dari setiap hukum tertentu dan dipahami dari teks (lihat misalnya Muwafaqot juz 2 hal. 275). Kedua, klasik tidak berani merubah suatu hukum yang sudah ditentukan walaupun sudah dianggap tidak bisa memenuhi 5 maqosid itu. Meski beberapa ulama klasik berani merubah tetapi tidak dalam masalah yang dianggap <em>ubudiyyat</em>.</p>
<p>Wael B. Hallaq pakar Ushul Fikih dari Mcgill University Kanada mengatakan bahwa Liberalisme dalam penggunaan Maqosid ini bisa disebut sebagai aliran ‘Utilitarianisme Religius’. Hal itu disebutkan Wael dalam bukunya <em>Sejarah Teori Hukum Islam: Pengantar Usl Fiqh Suni</em> hal. 318-344.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=268&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/08/26/meaning-atau-dilalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ijasah formal</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/ijasah-formal/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/ijasah-formal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 08:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ijasah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Ijazah Pendidikan Formal Dua orang pemuda itu kelihatan serius berbicara dengan santai. ‘Kenapa kampus kita begitu ketakutan ketika mahasiswanya mempersoalkan status legalnya di mata pemerintah Indonesia? Sehingga ijazah nya bisa diakui untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut?’ kata si kurus. Si Peyang menjawab, ‘Karena itu memang perlu. Bukankah kamu juga ingin melanjutkan pendidikan kamu?’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=263&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ijazah Pendidikan Formal</p>
<p>Dua orang pemuda itu kelihatan serius berbicara dengan santai.</p>
<p>‘Kenapa kampus kita begitu ketakutan ketika mahasiswanya mempersoalkan status legalnya di mata pemerintah Indonesia? Sehingga ijazah nya bisa diakui untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut?’ kata si kurus.</p>
<p>Si Peyang menjawab, ‘Karena itu memang perlu. Bukankah kamu juga ingin melanjutkan pendidikan kamu?’</p>
<p>Kurus berpikir sejenak membayangkan cita-citanya untuk menjadi seorang profesor di bidang apapun entah. Lalu dia berkata, ‘Tapi kenapa pemerintah begitu mempersulit hal itu? Bukankah pengetahuan sudah didapatkan secara formal dengan masuk kelas tiap hari?’</p>
<p>‘Indonesia itu memang tidak memperhatikan pengetahuan, yang penting pendidikan formal. Banyak sekolah non-formal yang tidak diakui ijazahnya atau dianggap kurang bergengsi kan? seperti pesantren.’ Jawab Peyang.</p>
<p>‘Lalu kenapa mereka menarik biaya yang begitu mahal/ sekolah gratis itu hanya iklan, seperti iklan pulsa murah saja.’ Kurus agak mengangkat suaranya. ‘Kenapa cara memberikan pengetahuan secara murah seperti di pesantren itu tidak diadopsi oleh pemerintah untuk memberikan ijazah formal? Dengan mengubah materi pelajaran dan guru yang tetap pegawai negeri misalnya.’ lanjut Kurus.</p>
<p>‘iya, apa pemerintah tidak sepintar kamu ya?’</p>
<p>Kurus nampak bingung. Temennya ini ingin mengolok-oloknya atau pemeritah? Kalau keadaannya sendiri dia tahu, tapi pemerintah? Kenapa jalan aspal di depan rumahnya baru 2 bulan sudah hancur saja, Kurus tidak tahu bagimana pemerintah kok sebodoh itu. Pegawai negeri itu padahal sekolah formal semuanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=263&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/ijasah-formal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warna-warni mukhotobat dan khitob dalam al-Quran</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/warna-warni-mukhotobat-dan-khitob-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/warna-warni-mukhotobat-dan-khitob-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 08:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[tafsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Warna-warni mukhotobat dan khitob dalam al-Quran ada 40. 1-      Khitob ‘am tapi yg dan yg dimaksud umum. Ada banyak dalam Quran, Contoh: al-anfal-75 (إن الله بكل شئ عليم), yunus-44 (ألله الذي خلقكم ثم رزقكم ثم يميتكم ثم يحييكم ) 2-      Khitob khos yang dimaksud khusus. Contoh: ali imron-106 (أكفرتم بعد إيمانكم) al maidah-67  (يأيهاالرسول بلغ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=261&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Warna-warni mukhotobat dan khitob dalam al-Quran ada 40.</p>
<p>1-      Khitob ‘am tapi yg dan yg dimaksud umum. Ada banyak dalam Quran, Contoh: al-anfal-75 (إن الله بكل شئ عليم), yunus-44 (ألله الذي خلقكم ثم رزقكم ثم يميتكم ثم يحييكم )</p>
<p>2-      Khitob khos yang dimaksud khusus. Contoh: ali imron-106 (أكفرتم بعد إيمانكم) al maidah-67  (يأيهاالرسول بلغ ما أنزل إليك من ريك).</p>
<p>3-      Khitob khos yang dimaksud umum. Contoh: ath-thalak-1 (يأيهاالنبي إذا طلقتم النساء)khitobnya dimulai kepada Nabi saw tetapi yang dimaksud adalah semua orang yang memiliki hak untuk menalak. Surat al-ahzab-50 (يأيهاالنبي إنا أحللنا أزواجك التي ءاتيت أجورهن&#8230;&#8230;..خالصةً لك من دون المؤمنين). Abu Bakar Ash-Shoirofi berkata: <em>permulaan khitobnya untuk Nabi saw, tetapi ketika sampai pada perempuan yang memberikan dirinya untuk nabi, </em><em>خالصة لك</em><em> bisa diketahui bahwa perkataan sebelumnya untuk nabi dan juga untuk selain nabi.</em> Dan surat An-Nisa- 102 (وإذا كنت فيهم فأقمت لهم الصلاة ), Abu Yusuf mengarahkan ayat ini pada dhahirnya karena berpendapat bahwa <em>salat khauf itu termasuk salah satu kekhususan Nabi saw.</em> Jumhur ulama menjawab pendapat ini dengan: bahwasanya kata فيهم bukan sebagai syarat, tapi sebagai sifat sebua keadaan. Walaupun yang asli khitob itu untuk orang tertentu tapi kadang keluar dari asal dengan tujuan untuk meng-umumkan. Kadang juga untuk tujuan mencela keadaan seperti dalam surat Saba’-51. Kadang ada perbedaan dalam menentukan maksud umum dari suatu khitob yang berbentuk khusus, seperti surat as-sajdah-12.</p>
<p>4-      Khitob ‘am yang dimaksud khusus. Ulama berbeda pendapat tentang keberadaan jenis ini dalam Quran. Sebagian mengingkari karena makna yang mengharuskan kekhususan itu setingkat dengan istitsna’ muttashil dengan menggunakan  kalimat, seperti dalam surat al-‘ankabut-14 (فلبث فيهم ألف سنة إلا خمسين عاما). Menurut pendapat yang shahih jenis ini itu terdsapat dalam Qur’an, seperti surat ali-imran-173 (ألذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا اكم), keumuman ayat ini mengharuskan semua manusia masuk dalam dua kata ألناس dalam ayat ini, tetapi kenyataannya yang dimaksud adalah sebagian. Soalnya orang yang memberi kabar itu bukanlah orang dikabari; yang dimaksud dengan kata الناس yang pertama adalah Nai’m bin Sa’id ats-tsaqafi dan kata yang kedua adalah Abu Sufyan dan teman-temannya. Al-farisi berkata: <em>Diantara yang menguatkan bahwa yang dimaksud dengan kata </em><em>ألناس</em><em> yang kedua adalah satu orang, adalah ayat 175 dari surat ali imran(</em><em>إنما ذالكم الشيطان يخوف أولياءه</em><em>), jadi isyarat dengan kata </em>ذالكم<em> itu tertuju pada satu orang yang khusus. Apabila makna dari kata </em><em>الناس</em><em> yang kedua itu banyak dan umum, maka kata isyaratnya akan berupa </em><em>إنما الشياطين</em><em>. Ini adalah petunjuk yang sudah jelas.</em> Tetapi  kadang peng-khususannya terdapat di akhir ayat, seperti surat an-nisa-4 (وأتواالنساء صدقاتهن نحلة), kata النساء disini umu meliputi yang baligh, anak kecil, sehat akal, dan juga gila. Kemudian di akhir ayt dikhususkan perempuan yang baligh dan berakal sehat saja (فإن طبن لكم عن شيء منه نفسا). Juga seperti dalam surat al-baqarah-228. Kadang pengkhususan juga terdapat di awal ayat seperti surat al-baqarah 229. Kadang juga diambil dari ayat lain, seperti surat al-anfal-16 (ومن يولهم يومئذ دبره )ini umum buat peperangan yang orang muslim berjumlah sedikit atau banyak, tetapi dalam ayat al-anfal-65, jumlahnya dibatasi 20 banding 200. Contoh lain di surat al-maidah -3 yang dikhusukan dengan ayat 4 dan ayat 96 tentang keharaman hewan mati tanpa sembelihan syar’i, tapi dihalalkan khusus yang dibunuh hwan pemburu dan hewan laut.</p>
<p># Tambahan tentang umum dan khusus.</p>
<p>Terkadang ada dua kalimat yang sambung, tapi salah satu umum dan yang lain khusus. Seperti ungkapan kita terhadap orang yang memeberi uang pada Zaid: <em>Berilah Umar, klo Lu gak ngasih berarti Lu gak sedekah.</em> Maksudnya kalau Lu gak ngasih Umar, berarti Lu dianggep gak ngasih Zaid juga. Syat Qur’an yang sesuai dengan hal ini adalah surat al-maidah-67 (بلغ ما أنزل اليك من ربك) yang khusus perintah saat itu dan kalimat dalam setelahnya dia ayat yang sama bersifat umum (فما بلغت رسالته) yang dimaksud adalah semua apa yang diperintahkan. Jenis ini banyak juga dalam Qur’an.</p>
<p># hal penting berkenaan dengan ayat diatas.</p>
<p>Abu Bakar ar-Razi berkata: jadi kalau ada perintah tentang hukum yang berkenaan dengan kebutuhan umum, nabi pasti sudah menyampaikannya. Dan penyampainnya harus pada derajat mutawatir, kalau tidak maka bisa dipastikan bahwa haditsnya tidak tetap.</p>
<p>Ungkapan ar-Razi tersebut tidak benar, karena hanya Qur’an saja yang harus dalam keadaan mutawatir. Kalau hukum-hukum lain tidak seperti itu.</p>
<p>5-      Khitob Jins: seperti contoh kalimat يأيهاالناس, maka yang dimaksud adalah semua jenis manusia, tidak semua individu. Kalau tidak begitu maksudnya, maka sudah jelas bahwa selain mukallaf itu tidak masuk dalam khitob ini. Khitob jins itu banyak terjadi ketika mengkhitobi penduduk Makkah. Dan ahli Ushul menguatkan pendapat bahwa Nabi saw masuk dalam khitob dengan kalimat يأيهاالناس. Ar-Raghib berkata: Kata الناس kadang disebut untuk menunjukkan orang-orang yang terhormat saja secara majaz, tanpa meliputi semua yang terkandung kata itu. Hal itu terjadi ketika yang dipertimbangkan adalah makan menjadi manusia, yaitu keberadaan akal dan semua kemampuan yang khusus dimiliki manusia. Seperti dalam ayat 13 dari surat Al-baqarah (أمنوا كما آمن الناس ), maksudnya sebagaimana diperbuat oleh orang-orang yang mempunyai karakter menjadi manusia. Begitu juga ayat 54 dari surat An-Nisa. Kadang dari khitob Jins ini ada yang dimaksudkan spesies (<em>nau’</em>, bukan jins) manusia itu sendiri, seperti dalam Al-Baqarah-251 (ولولا دفع الله الناس بعضهم ببعض لفسدت الإرض)ز</p>
<p>6-      Khitob nau’ (speies). Seperti kalimat يا بني إسراءيل dan yang maksudnya adalah Bani Ya’qub. Khitob ini seperti ini digunakan untuk tujuan yang sudah disebutkan dalam Bab 6 tentang pengetahuan tentang mubham.</p>
<p>7-      Khitob <em>‘ain</em> (nama). Contoh al-baqarah- 35 يآ أدم اسكن. Dalam Qur’an tidak terdapat panggilan dengan menggunakan nama Muhammad/ يا محمد tetapi dengan يأيهاالنبي dan أيها الرسول karena menghormati pada Nabi saw.</p>
<p>8-      Khitob pujian. Seperti contoh kalimat يأيها الذين ءامنوا, ini terjadi pada penduduk Madinah yang telah beriman dan berhijrah, untuk membedakan mereka dengan penduduk Makkah. Tadi juga sudah disampaikan bahwa khitob dengan يأيها الناس itu untuk penduduk Makkah. Dan bahwa setelah khitob dengan يأيها الناس itu biasanya ada perintah tentang iman. Sedangkan setelah khitob يأيها الذين ءامنوا itu biasanya perintah atas perincian hukum syara’. Seandainya ada perintah iman, maka itu hanya pengulangan atas perintah imaqn dengan khitob يأيها الناس. Khitob dengan bentuk pujian seperti ألمؤمنون kadang digunakan atas dasar lahirnya saja tetapi yang dimaksud adalah orang munafik, seperti dalam An-Nur-31. Sedang dalam Al-Mujadalh 12, menurut Az-Zamakhsyari boleh dimaksud orang munafik dan mukmin. Termasuk khitob jenis ini adalah khitob dengan kalimat يأيها النبي/الرسول.</p>
<p>9-      Khitob menghina. Seperti dalam at-tahrim 7 يأيها الذين كفروا dan sura al-kafirun 1. Khitob dengan kata kafir ini tidak terdapat di ayat lain karena mengandung penghinaan. Dan sebaliknya khitob dengan يأيها الذين أمنوا banyak dalam Qur’an. Biasanya ketika mengkhitobi orang kafir, Qur’an menggunakan kata ganti bentuk ketiga, seperti dalam surat al-anfal 38-39.</p>
<p>10-   Khitob penghormatan. Seperti dalam al-a’rof 19 dan al-hijr 46.</p>
<p>11-   Khitob <em>ihaanah</em> (merendahkan). Seperti ungkapan Qur’an pada iblis dalam al-a’raof 19 فإنك رجيم.</p>
<p>12-   Khitob menertawakan. Maksudnya mengejek lawan bicara. Seperti khitob pada Abu Jahl dalam ad-dukhon 49 ذق إنك أنت العزيز الكريم. Karena Abu Jahl pernah berkata: Tidak ada diantar dua gunung ini orang yang lebih mulia dariku. Lihat juga surat at-taubah 34</p>
<p>13-   Khitob jamak (plural/banyak)   berbentuk kata mufrod. Sperti dalam surat al-insyiqaq 6 يأيها الإنسان إنك كا دح, surat al-infithor 6, al-hijr 68. Menurut Ibn Jinni hal ini juga banyak berlaku dalam kata sifat, bukan nama mufrod. Contoh al-furqon 27. Dan sifatnya harus yang sudah seperti nama dalam kekhususannya.</p>
<p>14-   Khitob untuk mufrod/tunggal dengan kata jamak. Seperti dalam Al-Mukminun 51 khitob untuk Nabi saw tetapi dengan lafazh يأيها الرسل, an-nur 22 khitob untuk Abu Bakr tetapi dengan lafazh أولوا الفضل.</p>
<p>15-   Khitob mufrod dan jamak dengan lafzh tatsniyah. Contoh surat Qaf 24 ketika mengkhitobi malaikat Malik penjaga neraka ألقيا في جهنم, menurut Al-Farra’ ayat ini mengkhitobi para penjaga neraka yang banyak. Dan surat Yunus 89.</p>
<p>16-   Khitob untuk dua orang dengan lafazh mufrod. Sperti dalam Thaha 49 فمن ربكما يا موسي, maksudnya juga hai Harun.</p>
<p>17-   Khitob jamak setelah mufrod. Seperti dalam yunus 61 وما تكون في شأن وما تتلو منه من قرءان ولا تعملون من عمل  kata kerja yang ke tiga تعملون berbentuk jamak setelah sebelumnya mufrod تتلو. Penyebutan dengan jamak ini mungkin untuk menunjukkan bahwa semua umatnya masuk atau untuk menghormati. Juga seperti dalam yunus 87.</p>
<p>18-   Khitob dengan nama seseorang , tetapi yang dimaksud orang lain. Seperti dalam al-ahzab:1 dan yunus: 94, khitob kepada nabi tetapi yang dimaksud semua orang mukmin. Kebalikan dari ini yaitu khitob umum tapi yang dimaksdu Nabi saw terdapat juga seperti dalam surat al-ambiya’: 10.</p>
<p>19-   Khitob <em>i’tibar</em> (mengambil hikmah/pelajaran). Sperti dalam surat Al-A’raf: 79 ketika menceritakan Nabi Soleh ketika kaumnya meninggal وقال يا قومي لقد أبلغتكم رسا لتي, karena kaum Nabi Soleh telah meninggal semua ketika nabi Soleh mengucapkan hal itu.</p>
<p>20-   Mengkhitobi seseorang, lalu pindah ke orang lain. Seperti dalam Hud: 14 khitob kepada nabi فإن لم يستجيبوا لكم, kemudian pindah ke orang kafir فاعلموا أنما أنزل بعلم الله.</p>
<p>21-   Khitob <em>talwin</em>(perubahan). Tsa’labi menyebut ini <em>al-mutalawwin</em> dan oleh ahli ilmu <em>ma’ani</em> disebut al-iltifat, seperti dalam surat Ath-Thalaq: 1 يأيها النبي إذا طللقتم النساء, dan juga surat Yunus: 49.</p>
<p>22-   Khitob benda mati, tapi yang dimaksud orang yang berakal. Seperti dalam Fussilat: 11 فقال لها وللأرض ائتيا. Begitu juga dalam Saba’: 10. Tetapi ada perbedaan pendapat dalam khitob jenis ini; benda mati itu dijadikan berakal atau ini dalam bentuk majaz saja.</p>
<p>23-   Khitob <em>tahyiij</em> (dorongan). Seperti Al-Maidah: 23 وعلي الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين. Ini bukan berarti orang yang tidak bertawakkal tidak berima, tapi dorongan untuk bertawakkal. Seperti juga dalm At-Taubah: 13, Yunus: 84, al-anfal: 41 dll.</p>
<p>24-   Khitob yang membuat marah. Seperti dalam Al-Mumtahinah: 9, Al-Kahfi: 50, An-Nisa’: 89 ودوا لو تكفرون كما كفروا&#8230;.فلا تتخذوا منهم أولياء.</p>
<p>25-   Khitob untuk memberanikan. Ini bertujuan untuk menganjurkan mempunyai karakter yang baik. Seperti dalam Ash_shof: 4 إن الله يحب الذين يقا تلون في سبيل الله.</p>
<p>26-   Khitob untuk menjauhkan dari sesuatu. Seperti dalam al-hujurot : 12 ولا يغتب بعضهم بعضا, أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه.</p>
<p>27-   Khitob kasiha. Seperti dalam Az-Zumar: 53 قل يا عبادي.</p>
<p>28-   Khitob membuat senang. Seperti dalam Maryam: 42, luqman: 16, Thaha: 94 يبنؤم لا تأخذ بلحيتي ولا برأسي.</p>
<p>29-   Khitob melemahkan(tidak mampu bagi orang yang dikhitobi). Seperti Al-baqaroh: 23, Ath-Thur: 34, Hud: 13 قل فأتوا بعشر سور مقله.</p>
<p>30-   Menunjukkan kerugian/penyesalan. Seperti dalam Ali Imron: 119 قل موتوا بغيظكم.</p>
<p>31-   Mengatakan bohong. Dalam Ali Imron: 94, Al-An’am: 150 قل هلم شهدآكم الذين يشهدون.</p>
<p>32-   Khitob kepada yang gak ada. Hal ini dianggap sah lkarena mengikuti pada hal yang ada, seperti dalam Al-A’rof: 26 يا بني آدم, khitob ini untuk orang masa itu dan semua orang setelahnya. Khitob jenis ini menyebabkan permasalah dalam kata <em>kun</em> dalam kalimat كن فيكون, dalam Qur’an dan penciptaan semua alam, perbedaan penafsiran dengan berdasarkan keberadaan khitob nya terjadi antar asy’ariyah dan hanafiyah/maturidiyah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=261&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/warna-warni-mukhotobat-dan-khitob-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>palestina</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/palestina/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 08:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[palestian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Voices of Palestine Falestin, bertahanlah! Semua manusia, wajah kemanusianya tercoreng denganmu Biarkanlah mata, telinga, dan mulut ditutup tentang dirimu Oleh media, tapi rembesan naluri kemanusian akan tetap mengalir Mengabarkan tentangmu, menyanyikan perjuanganmu, berkorban nyawa demi kamu Tanda-tanda kemenanganmu sudah semakin dekat Naluri kemanusian tidak bisa ditipu Karena kami adalah manusia Mata dunia sudah mulai terbuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=258&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Voices of Palestine</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Falestin, bertahanlah!</p>
<p>Semua manusia, wajah kemanusianya tercoreng denganmu</p>
<p>Biarkanlah mata, telinga, dan mulut ditutup tentang dirimu</p>
<p>Oleh media, tapi rembesan naluri kemanusian akan tetap mengalir</p>
<p>Mengabarkan tentangmu, menyanyikan perjuanganmu, berkorban nyawa demi kamu</p>
<p>Tanda-tanda kemenanganmu sudah semakin dekat</p>
<p>Naluri kemanusian tidak bisa ditipu</p>
<p>Karena kami adalah manusia</p>
<p>Mata dunia sudah mulai terbuka</p>
<p>Voices of your fights, Falestin, i hear it clearly here</p>
<p>Because of you, a thousends tears drop here</p>
<p>Hatiku berteriak lantang!</p>
<p>Aku hibahkan jiwaku untuk syahid di jalanmu!</p>
<p>Aku yakin, telinga-telinga yang mendengar Suara perjuangan Palestine</p>
<p>Akan berteriak lantang, <em>Jiwaku untukmu Falestin!</em></p>
<p>Mereka tidak akan bisa mengelak</p>
<p>Suara-suara tentangmu terus menggema di seantero dunia</p>
<p>Suara kemanusiaan yang sedang diciderai</p>
<p>Lalu kemenanganmu semakin dekat bersama menyebarnya Voices of Palestin</p>
<p>Menggugah tentara-tentara Allah yang siap syahid untukmu</p>
<p><em>Amin&#8230;Ya Rabb</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=258&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>transformasi struktur sosial</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/transformasi-struktur-sosial/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/transformasi-struktur-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 08:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Kiai dan Guru Tarekat: Dalam transformasi struktur sosial Pembukaan Perubahan adalah hal yang abadi. Tariannya bisa nampak menakutkan atau indah seperti dinyatakan buku Pak Yusuf Sutanto The Dance of Change. Dalam ilmu sosial, struktur suatu masyarakat mengalami siklus perubahan setelah mendapat pengaruh dari luar terjadi. Tapi millenium ketiga mempunyai lompatan informasi dari luar yang tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=256&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kiai dan Guru Tarekat: Dalam transformasi struktur sosial</p>
<p>Pembukaan</p>
<p>Perubahan adalah hal yang abadi. Tariannya bisa nampak menakutkan atau indah seperti dinyatakan buku Pak Yusuf Sutanto <em>The Dance of </em>Change. Dalam ilmu sosial, struktur suatu masyarakat mengalami siklus perubahan setelah mendapat pengaruh dari luar terjadi. Tapi millenium ketiga mempunyai lompatan informasi dari luar yang tentu mempengaruhi budaya tertentu.</p>
<p>Agama sebagai salah satu sumber nilai dan selanjutnya membentuk struktur sosialnya sendiri, tidak bisa lari dari air bah informasi ini. Hal itu sedikit banyak akan menggoyahkan keimanan para pemeluk agama. Sebagaimana disebutkan di  <em>Sosiologi Agama</em> oleh Drs. Hendropuspito, O.C dengan istilah dilemma dalam ranah krisis kewibawaan.</p>
<p>Millenium ke 3.</p>
<p>Kira-kira 10 tahun yang lalu, setelah reformasi di Indonesia berjalan dan kran-kran informasi sudah mulai dibuka, struktur sosial dimanapun berada nampak berubah. Data pengguna internet yang meningkat pesat sejak tahun 2002 membuat berbagai macam informasi mendapat lompatan kemudahan untuk sampai ke semua orang.</p>
<p>Informasi tidak bisa lagi dipilihkan oleh kiai sebagai tokoh agama yang sempat di cap sebagai ‘broker budaya’. Televisi menampilkan berbagai hal yang biasanya tabu diperdengarkan secara umum. Seperti hukum meluruskan rambut dan penentuan aliran mana yang sesat. Umat seorang kiai sekarang bisa dengan mudah mendengar pendapat tentang suatu hukum dari media dengan ulasan dari berbagai pihak dan dengan alasan yang gamblang.</p>
<p>Pertanyaan kepada kiai yang ditokohkannya akan tidak perlu atau kalau pun sempat, jawaban sang kiai akan sangan mungkin sudah didengar di media massa. Hal itu menjadikan jawaban sang kiai dipertanyakan atau paling tidak hanya menjadi salah satu pertimbangan diantara banyak pertimbangan yang ditebarkan media massa.</p>
<p>Perbedaan pendapat, menjadi sesuatu yang bisa dilihat meski di tempat lain. Karena media mendekatkannya. Kiai tidak lagi menjadi rujukan utama atau bahkan ditinggalkan.</p>
<p>Dilain pihak, masyarakat kota yang terpenuhi kebutuhannya kepada kiai sebagai pengkabar hukum Islam sudah terpenuhi dengan media, merasakan kebutuhan lain, yaitu spiritual. Guru-guru tarekat didatangi. Fungsi tokoh agama sebagai ahli hukum tempat bertanya berkurang,berubah menjadi penasehat spiritual.</p>
<p>Area garapan tokoh agama sekarang berubah. Dari tokoh agama tempat mempertanyakan segala hal, menjadi terkerucut sebagai penasehat spiritual. Hal itu pun melemah ketika kita mengetahui banyak motivator-motivator tak berbasis agama atau berbasis tidak pada salah satu agama menggejala dan laku. Seperti Mama Lorens atau acara Salam Spektakuler.</p>
<p>Agama atau tokoh agama dipaksa mentransformasikan dirinya untuk bertahan hidup.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=256&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/transformasi-struktur-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>isi</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/isi/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/isi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 07:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Hewan berakal itu menjelaskan padanya tentang arti, dengan kata-kata Dia diam dan kebingungan. Dia sendiri bertanya darimana dia bisa mengenal hewan itu. Pertanyaan yang tidak bisa dihindari karena tentang akal itu sendiri tapi juga tidak bisa dijawab karena melampaui kemampuan akal. Dulu mereka datang berduyun-duyun, tapi ketika mengatakannya mereka terdiam Bagaimana kata ‘biru’ bisa memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=254&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hewan berakal itu menjelaskan padanya tentang arti, dengan kata-kata</p>
<p>Dia diam dan kebingungan. Dia sendiri bertanya darimana dia bisa mengenal hewan itu.</p>
<p>Pertanyaan yang tidak bisa dihindari karena tentang akal itu sendiri</p>
<p>tapi juga tidak bisa dijawab karena melampaui kemampuan akal.</p>
<p>Dulu mereka datang berduyun-duyun, tapi ketika mengatakannya mereka terdiam</p>
<p>Bagaimana kata ‘biru’ bisa memberikan pemahaman tentang biru yang nyata itu?</p>
<p>Bagaiamana aku bisa yakin bahwa kamu adalah yang aku kenal?</p>
<p>Akankah makna keadilan terpuaskan dengan definisi dan debat berkepanjangan</p>
<p>Sementara si upik tak bisa tidur di samping gedung tinggi menjulang</p>
<p>Kebodohanku ditipu dan dipermainkan dengan tontonan layar kaca nan mempesona</p>
<p>Bodoh atau pura-purakah mereka?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=254&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/isi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>poliandri boleh?</title>
		<link>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/poliandri-boleh/</link>
		<comments>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/poliandri-boleh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 07:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sceptic minded</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[poliandri boleh?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulthony.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Poliandri Ini adalah hasil diskusi tak sengaja di sebuah note FB seorang teman Poliandri secara umum dipandang dilarang oleh islam. Biasanya karena dalil ayat Qur’an An-Nisaa (4): 24 yang dianggap menjelaskan perempuan-perempuan yang dilarang untuk dinikahi. Kritikan untuk ayat ini adalah: 1-      Kata yang dipakai dan difahami sebagai pelarangan seorang istri untuk dinikahi adalah, al-muhshonaatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=252&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Poliandri</p>
<p><em>Ini adalah hasil diskusi tak sengaja di sebuah note FB</em><em> seorang teman</em></p>
<p>Poliandri secara umum dipandang dilarang oleh islam. Biasanya karena dalil ayat Qur’an An-Nisaa (4): 24 yang dianggap menjelaskan perempuan-perempuan yang dilarang untuk dinikahi. Kritikan untuk ayat ini adalah:</p>
<p>1-      Kata yang dipakai dan difahami sebagai pelarangan seorang istri untuk dinikahi adalah, <em>al-muhshonaatu min an-nisaai</em>, yang diartikan sebagai wanita yang bersuami. Tapi kata  <em>al-muhshoon</em> secara bahasa artinya adalah: yang terjaga. Dalam hubungan suami istri tentunya keterjagaan itu disini lebih sesuai bila dikatakan <em>terpenuhinya/terjaganya kebutuhan seksualitas</em>. Karena  keterjagaan dalam hal lain seperti keamanan, bisa dilakukan tanpa hubungan suami-istri.</p>
<p>Tafsiran kata itu dengan <em>mutazawwij</em> yang katanya didukung penggunaan kata <em>al-muhshoon</em> dalam hadis tentang zina yang diartikan <em>mutazawwij</em><em>,</em> ternyata tafsiran itu tidak disebutkan dalam matan hadits. Dan Itu hanya penafsiran para ulama.</p>
<p>2-      Kata <em>al</em><em> </em><em>muhshoonaat</em> dalam Quran muncul 5 kali: 4: 24 (yang merupakan ayat kita) dan 25, 5: 5, 24: 4 dan 23. Ayat-ayat selain ayat 4: 24 itu, dua diantaranya (yaitu 24: 4 dan 23) menggunakan kata itu dengan arti wanita yang terjaga kehormatannya ketika dituduh berzina. Dan tentu hal itu tidak hanya istri-istri, tapi juga meliputi wanita tak bersuami. Dua ayat lain (4: 25 dan 5: 5) menggunakan kata <em>al-muhshonaat</em> -kebalikan dari ayat 4: 24- untuk menunjuk perempuan yang boleh dinikahi. Jadi, penafsiran kata <em>al-muhshoonaat </em>dalam ayat 4:24 dengan <em>al-mutazawwijaa</em>t, tidak didukung oleh penggunaan kata itu dalam ayat lain.</p>
<p>Padahal pencarian makna sebuah kata dalam Qur’an, tentu bisa dicari dalam penggunaannya dalam ayat-ayatnya. Sebagaimana klaim bahwa Qur’an mempunyai istilah atau makna sendiri dalam menggunakan kata.</p>
<p>Kemudian ayat yang membolehkan poliandri menurut saya adalah ayat yang biasa dilakukan dalil untuk poligami, yaitu An-nisaa (4): 3. Kalau memang ayat ini dikatakan sah sebagai dalil poligami. Alasan ayat ini sebagai dalil poliandri adalah:</p>
<p>1-      <em>Dhomir</em> atau kata ganti dalam ayat itu, yang berbunyi, <em>fa in khiftum alla tuqsithuu fi al yataama, fankihuu</em>, itu berupa kata ganti laki-laki banyak, yaitu huruf <em>wawu </em> dalam <em>fankih-uu</em>. Tapi karena mengingat bahwa kata ganti laki-laki banyak sering mencakup perempuan-perempuan, maka tidak salah jika ayat ini juga termasuk memuat perempuan didalamnya.</p>
<p>Apalagi kalau kita melihat bahwa ayat sebelumnya menggunakan kata ganti laki-laki banyak (surat 4 ayat 3, yaitu: <em>wa aatuu al yataamaa</em>) untuk menjaga anak yatim. Tentu perempuan masuk disini (dlomir muzakkar jama’) sebagai wali/yang menjaga anak yatim. Pemasukan perempuan dalam perwalian anak yatim ini tentu dengan dukungan banyak orang/ulama, tidak seperti wali/yang menjaga rakyat/penguasa.</p>
<p>Ditambah lagi bahwa ayat 4: 3 juga masih memasukkan kata anak yatim didalamnya, yang berarti masih memasukkan perempuan sebagai walinya yang mendapat peringatan dalam ayat 4: 3 tersebut.</p>
<p>Demikian usaha berpikir dan men-<em>tadabburi</em> Qur’an. Mohon kritikan dan maaf atas kekhilafan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulthony.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulthony.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulthony.wordpress.com&amp;blog=5410707&amp;post=252&amp;subd=sulthony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulthony.wordpress.com/2010/07/13/poliandri-boleh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/155bf6cc9b56c1bd8787e21848041777?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulthony</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
