ijasah formal
Ijazah Pendidikan Formal
Dua orang pemuda itu kelihatan serius berbicara dengan santai.
‘Kenapa kampus kita begitu ketakutan ketika mahasiswanya mempersoalkan status legalnya di mata pemerintah Indonesia? Sehingga ijazah nya bisa diakui untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut?’ kata si kurus.
Si Peyang menjawab, ‘Karena itu memang perlu. Bukankah kamu juga ingin melanjutkan pendidikan kamu?’
Kurus berpikir sejenak membayangkan cita-citanya untuk menjadi seorang profesor di bidang apapun entah. Lalu dia berkata, ‘Tapi kenapa pemerintah begitu mempersulit hal itu? Bukankah pengetahuan sudah didapatkan secara formal dengan masuk kelas tiap hari?’
‘Indonesia itu memang tidak memperhatikan pengetahuan, yang penting pendidikan formal. Banyak sekolah non-formal yang tidak diakui ijazahnya atau dianggap kurang bergengsi kan? seperti pesantren.’ Jawab Peyang.
‘Lalu kenapa mereka menarik biaya yang begitu mahal/ sekolah gratis itu hanya iklan, seperti iklan pulsa murah saja.’ Kurus agak mengangkat suaranya. ‘Kenapa cara memberikan pengetahuan secara murah seperti di pesantren itu tidak diadopsi oleh pemerintah untuk memberikan ijazah formal? Dengan mengubah materi pelajaran dan guru yang tetap pegawai negeri misalnya.’ lanjut Kurus.
‘iya, apa pemerintah tidak sepintar kamu ya?’
Kurus nampak bingung. Temennya ini ingin mengolok-oloknya atau pemeritah? Kalau keadaannya sendiri dia tahu, tapi pemerintah? Kenapa jalan aspal di depan rumahnya baru 2 bulan sudah hancur saja, Kurus tidak tahu bagimana pemerintah kok sebodoh itu. Pegawai negeri itu padahal sekolah formal semuanya.
